KECEMBURUAN UMAT TUHAN

fresholive-34-640x426

Renungan Mingguan

Roma 11:11-24

Walaupun umat Allah menolak keselamatan yang ditawarkan oleh Allah, melalui Yesus Kristus, dan menyebabkan keselamatan dialihkan kepada bangsa yang bukan umat Allah, namun Allah tidak pernah menolak umatNya, tetapi menimbulkan kecemburuan bangsa ini atas bangsa lain yang tadinya bukan umat Allah (11; 1 Petrus 2:10). Sampai hari ini Allah tidak membuang umatNya, tetapi terus menantikan pertobatan mereka, Ia membangkitkan kecemburuan umatnya dengan tujuan keselamatan. Bagi Kalangan umat Tuhan yang semula, peralihan anugerah keselamatan ini, membuktikan bahwa Allah berdaulat untuk menyelamatkan siapa saja, mereka bisa saja cemburu melihat bagaimana berkat Allah juga dilimpahkan kepada bangsa-bangsa lain, yang menurut mereka tidak layak, tetapi Allah melayakkan (Kis. 13:45). Mereka boleh iri, tetapi kata orang iri itu adalah bukti ketidakmampuan, yaitu ketidakmampuan umat Allah menyerap dan memahami betapa besarnya kasih Allah, yang ternyata mereka remehkan. Sangat menyedihkan, untuk itu bagi kita yang telah beroleh keselamatan hendaknya memberikan harga yang tertinggi.
Makna dari gambaran pohon zaitun adalah berbicara tentang berkat-berkat khusus dan hak-hak istimewa dari umat Allah yang mewarisi janji-janji Allah yang sangat luar biasa. Daun yang hijau adalah simbol perjanjian kekal antara Allah dan Abraham yang tidak akan digagalkan. Tetapi dalam ayat 20, ada yang dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka. Walaupun Allah telah memilih umatNya, tetapi Allah tegas dalam perjanjianNya. Ia tidak menyayangkan cabang-cabang asli, apalagi kita carang yang dicangkokkan, sehingga kita harus hidup dalam keselamatan ini dengan takut akan Allah dan tidak menyombongkan diri (20-21) tetapi terus berjuang dengan iman yang didasarkan kepada FirmanNya. Inilah yang menjaga kita supaya tidak gagal lagi sama seperti umat Allah yang semula. Status umat pilihan Allah yang melekat pada diri setiap orang percaya harus kita pertanggungjawabkan dihadapan Allah kelak. Untuk itu mari kita bersehati, terus bergiat dalam mendoakan, menginjili, dan memberkati, supaya melalui kehidupan kita dan pelayanan gereja kita, semakin banyak jiwa yang diselamatkan. Taruhlah kerinduan ini di setiap hati kita, dan yakinilah bahwa berkat Tuhan pasti tercurah berlimpah-limpah dalam hidup kita.

RENUNGKAN: Keselamatan harus kita terjemahkan kedalam hidup kita dengan terus bergiat bagi Tuhan dan pekerjaanNya bukan sekedar berliturgia tanpa realita kehidupan yang menjadi berkat.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s