PRAKTEKAN HIKMAT


bell-rock-lighthouse-10

Renungan Mingguan

Pengkhotbah 10:1-20

Bicara tentang hikmat adalah bicara tentang sesuatu yang praktis, atau praktek dan bukan sekedar pengetahuan atau teori. Artinya seseorang yang berhikmat itu tercermin dari sikap atau praktek hidupnya, bagaimana pola pikir yang mempengaruhi orang dalam mengambil keputusan dan berprilaku. Hikmat adalah karunia Allah kepada orang yang hidup takut akan Dia, hikmatlah yang memungkinkan kita dapat berpola pikir dan mengerjakan segala sesuatu dengan lebih baik. Singkatnya hikmat inilah yang membuat seseorang memiliki keunggulan dibanding dengan orang lain. Hikmat memberi pengertian kepada kita untuk menghadapi segala tantangan kehidupan di dunia ini. Continue reading

Advertisements

APA YANG SAMA?


different

Renungan Mingguan

Pengkhotbah 9:1-18

segala sesuatu sama bagi semua orang…(2a), memang semasa hidup kita di dunia ini sulit untuk membedakan satu dengan yang lain. Baik orang benar maupun orang fasik, orang yang baik maupun orang yang jahat, orang yang tahir maupun orang yang najis, orang yang mempersembahkan korban maupun yang tidak mempersembahkan korban. Sebagaimana orang yang baik, begitu pula orang berdosa; sebagaimana orang yang bersumpah, begitu pula orang yang takut untuk bersumpah, inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi dibawah matahari; nasib semua orang sama (2-3). Tentu kita bertanya, “Apa yang sama?” Continue reading

TAAT ATURAN


1306518812917

Renungan Mingguan

Pengkhotbah 8:2-17

Indonesia secara ketatanegaraan adalah negara hukum dan bukan negara kekuasaan, dan juga bukan kerajaan, dimana segala tata tertib kehidupan berbangsa dan bernegara diatur oleh hukum dan dasar negara adalah Pancasila serta dasar hukumnya adalah Undang-Undang Dasar 1945. Namun, kalau kita amati perkembangan dan perjalanan kehidupan bangsa kita, pelanggaran hukum semakin marak sebagai pertanda bahwa ketaatan kepada peraturan semakin kabur. Continue reading

KETERBATASAN MANUSIA


lampupijar

Renungan Mingguan

Pengkhotbah 7:23-8:1

Di era informasi dan teknologi ini, kita menikmati begitu banyak hasil dari daya pikir dan daya cipta baik dalam bentuk fisik maupun non fisik, sehingga kita seharusnya mengetahui manusia memiliki begitu banyak potensi untuk dapat dikembangkan. Namun ini semua baru kita temukan dan dapat dikembangkan dalam bentuk karya cipta melalui proses pembelajaran yang tekun dan berkelanjutan. Hal ini juga sebagai bukti nyata bahwa Allah menanamkan potensi itu (Karunia dan Talenta) dalam diri manusia sebagai bagian dari rancanganNya menciptakan manusia sesuai dengangambar dan teladanNya. Continue reading