KEHIDUPAN YANG BERNILAI TAMBAH

integrity2

Renungan Mingguan

Pengkhotbah 7:1-12

Hidup dan kehidupan yang bernilai atau berarti adalah dambaan semua orang, untuk itu semua orang berlomba-lomba mengejar apa yang dianggap bernilai dan berarti dalam hidup dan kehidupannya. Apapun kita korbankan demi nilai dan arti yang kita pahami sebagai yang terbaik dalam hidup kita. Bersyukura dalam pembacaan kita minggu ini, Pengkhotbah dengan panjang dan lebar menguraikan hal-hal yang bernilai dan hal-hal yang kurang bernilai, harap baca Kitab Pengkhotbah 7:1-22, sebab kalau saya kutip, maka halaman ini tidak cukup untuk menuliskannya.
Antara lain dikatakan bahwa integritas yang menghasilkan nama baik lebih harum dari parfum yang mahal, nama harum adalah dampak dari dari tingkah laku yang terpuji, beretika, santun dan ini diwarnai dengan sikap hidup yang berhati-hati, karena sadar bahwa segalanya akan tersingkap suatu saat, apalagi mengingat hidup yang singkat dan sementara di bumi ini (2-4), terbuka terhadap ajaran yang sehat walaupun keras melalui hardikan dari orang berhikmat (5), tekun dan tidak gampang menyerah dan putus harapan sampai akhir (8), panjang sabar dan penuh belas kasihan (8b-9), tidak hidup fokus pada masa lampau, tetapi fokus ke masa depan (10), hiudp suci, karena pengakuan kedaulatan Allah dan kagun dengan setiap perbuatanNya (13). Rasanya cukup sederhana dan dapat kita praktekan dalam hidup dan kehidupan kita semua.
Dalam kehidupan ini kita sebagai orang percaya, kita harus menerima kehadiran Roh Kudus untuk mendiami setiap pribadi kita dan Ia akan mengaruniakan hikmat yang memampukan kita dalam bersikap dan bertindak, ada buah Roh Kudus yang mengaruniakan kita panjang sabar, dan tidak bertindak secara emosional. Jangan menganggap masa lampau lebih baik, karena kita akan kehilangan masa depan dan mengupayakan peningkatan dan kemajuan dalam hidup masa depan. Tidak juga tergantung dan bersandar kepada hikmat dunia, karena sangat relatif dan terbatas. Ada kehidupan yang lebih bernilai dibanding dengan semua yang ada didunia ini, orang berhikmat memiliki lebih banyak kekuatan daripada sepuluh penguasa dalam kota. Kita harus hidup dalam keseimbangan, sehingga tidak melakukan tindakan yang diatas standar, apalagi dibawah standar yang dikehendaki oleh Allah. Dalam kehidupan ini, kita harus bergiat dan bertanggung jawab dalam banyak hal yang dibabankan di pundak kita, namun kita tetap harus mampu menilai antara yang baik dan yang terbaik. Jangan hadapi dunia dengan hikmat dunia, karena ini adalah bodoh, tetapi hadapilah dunia dengan segala tipu muslihatnya dengan hikmat yang dari Roh Kudus.

RENUNGKAN: Kita harus lebih cerdik dari dunia, supaya kita tidak ditipu oleh muslihat Iblis yang licik dan tidak mengenal belas kasihan. Hadapilah hidup dan kehidupan ini dengan hikmat Roh Kudus.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s