APA YANG SAMA?

different

Renungan Mingguan

Pengkhotbah 9:1-18

segala sesuatu sama bagi semua orang…(2a), memang semasa hidup kita di dunia ini sulit untuk membedakan satu dengan yang lain. Baik orang benar maupun orang fasik, orang yang baik maupun orang yang jahat, orang yang tahir maupun orang yang najis, orang yang mempersembahkan korban maupun yang tidak mempersembahkan korban. Sebagaimana orang yang baik, begitu pula orang berdosa; sebagaimana orang yang bersumpah, begitu pula orang yang takut untuk bersumpah, inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi dibawah matahari; nasib semua orang sama (2-3). Tentu kita bertanya, “Apa yang sama?” Jawabnya ialah Akhir hidup semua orang, yaitu akhir hidup semua orang ada ditangan Allah (1), dan semua orang pada akhirnya harus mati (3). Disinilah kita belajar, bahwa banyak hal yang dianggap oleh manusia penting dalam hidup ini, ternyata tidak penting bagi Allah. Untuk itu kita harus tunduk pada pemerintahan Allah dengan bersyukur dan terus berserah kepada Tuhan, dan tidak abai dalam melakukan tanggung jawab kita, yaitu mengembangkan talenta dan karunia yang Tuhan percayakan kepada kita dengan tetap hidup takut akan Tuhan dan bukan sekedar melakukan segala sesuatu sekena atau seadanya saja. Kita harus punya prinsip untuk hidup berbeda dengan dunia ini, karena pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus dalam pribadi kita orang Kristen.
Kematian adalah akhir dari hidup di dunia ini, dan bukan akhir dari segalanya. Kita yakin ada kehidupan dibalik kematian, dan kehidupan ini malah jauh lebih penting dari hidup sekarang ini. Untuk itulah pengkhotbah berjuang memusatkan perhatian pada bagaimana mengisi hidup sekarang ini sebagai bekal untuk memasuki hidup yang akan datang, bagaimana menciptakan kualitas yang baik dari hidup, ibadah, kerja, hubungan suami-istri, belajar dan memperoleh pengetahuan yang baik dengan sepenuh hati dan sebaik mungkin (7-12; bdk. Kolose 3:23), dan pada akhirnya harus diakui bahwa hikmat lebih penting dan berguna daripada kuasa yang besar, bahkan hikmat lebih baik daripada alat-alat perang, tetapi satu orang yang keliru dapat merusakan banyak hal yang baik (13-18), jadi kita harus sama-sama menjaga kawanan domba Allah yang dipercayakan kepada kita, agar jangan gara-gara satu orang yang keliru bisa berakibat rusaknya banyak hal yang baik, mari kita sama-sama menjaga supaya jangan ada satu orang pun yang keliru, sehingga seluruh Pekerja dan Jemaat dapat bertumbuh bersama-sama secara sehat.

RENUNGKAN: Untuk dapat mengisi hidup dengan berkualitas kita harus memiliki pengenalan akan Allah didalam Yesus Kristus dan kecakapan serta keinginan dalam berbuat yang terbaik untuk Tuhan.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s