PRAKTEKAN HIKMAT

bell-rock-lighthouse-10

Renungan Mingguan

Pengkhotbah 10:1-20

Bicara tentang hikmat adalah bicara tentang sesuatu yang praktis, atau praktek dan bukan sekedar pengetahuan atau teori. Artinya seseorang yang berhikmat itu tercermin dari sikap atau praktek hidupnya, bagaimana pola pikir yang mempengaruhi orang dalam mengambil keputusan dan berprilaku. Hikmat adalah karunia Allah kepada orang yang hidup takut akan Dia, hikmatlah yang memungkinkan kita dapat berpola pikir dan mengerjakan segala sesuatu dengan lebih baik. Singkatnya hikmat inilah yang membuat seseorang memiliki keunggulan dibanding dengan orang lain. Hikmat memberi pengertian kepada kita untuk menghadapi segala tantangan kehidupan di dunia ini. Bagaimana membangun relasi dan merespon penguasa (4) yang tidak kompeten, dan cenderung kolusi, korupsi, dan nepotisme, yang menyebabkan pemerintahan yang tidak efektif. Inilah cermin pemimpin yang tidak berhikmat, sehingga tidak menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat. Inilah yang disorot oelh Pengkhotbah dalam bacaan kita minggu ini (6-8). Dalam bekerja sehari-hari pun kita sangat membutuhkan hikmat, agar Tuhan menjadikan semua yang kita kerjakan berhasil dan mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan dan menjadikan kita berhasil.
Pengkhotbah menjelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan hikmat, antara lain kata-kata kita, dimana kata-kata orang berhikmat pasti diucapkan dengan sangat hati-hati agar tidak menjatuhkan tetapi membangun, bermanfaat, sebaliknya kata-kata orang bebal menimbulkan sandungan, menjatuhkan dan cenderung tidak bermanfaat. Selanjutnya orang yang berhikmat, baik pemimpin maupun masyarakat pasti dapat mengisi waktunya dengan baik dan hidup dengan penuh tanggungjawab, tidak bermalas-malasan dan bermabuk-mabukan dan tidak akan mengutuk orang lain atau menyalahkan keadaan, tetapi selalu berupaya untuk menghadapi setiap kenyataan dengan hati yang terbuka untuk dibimbing oleh Roh Kudus. Untuk ini kita harus berussaha untuk hidup dekat dengan Tuhan Yesus Kristus, melakukan seluruh Firman allah yang hidup. Saatnya akan tiba, dimana orang bebal akan dikalahkan oleh orang-orang berhikmat. Sebab sikap maupun tindakan orang bodoh yang tanpa memperdulikan Tuhan dan terus mengeraskan hati akan merusak hidupnya sendiri dan membahayakan kehidupan orang lain. Kita harus meminta hikmat dari Tuhan dan meyakini bahwa Tuhan pasti memberikan kepada setiap orang yang mengasihiNya. Belajarlah berhikmat, supaya dunia ini jangan dirusak oleh orang-orang bodoh dan bebal. Anak-anak Tuhan tidak boleh kalah dengan anak-anak dunia ini, hiduplah dalam hikmat Allah.

RENUNGKAN: Hidup tanpa hikmat, ibarat orang buta tanpa tuntunan, gelap dan menyesatkan dirinya dan dapat menjerumuskan orang lain, sebaliknya hikmat memberikan kita terang dan tuntunan yang ajaib.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s