HIKMAT ATAS HARTA

sudut pandang - point of view

Renungan Mingguan

Pengkhotbah 11:9-12-12:8

Hemat pangkal kaya, adalah ungkapan yang kerap salah dipraktekan. Hemat tidak sama dengan kikir. Hemat berarti selektif dan ini beda dengan kikir, Hemat adalah sikap yang bijaksana sebagai jawaban atas situasi yang sulit secara ekonomi pada zaman ini, kalau kikir lebih kepada sikap tidak peduli pada kekurangan orang lain, sementara kita diajarkan oleh Alkitab untuk selalu murah hati. Sikap murah hati akan membebaskan kita dari perbudakan oleh uang atau materi. Dalam pengaturan dan pemeliharaan Tuhan, kemurahan hati akan membuka pintu berkat atas hidup kita sendiri. Berilah, maka kamu akan diberi. Lebih berkat memberi daripada menerima. Inilah beberapa sikap iman kita terhadap uang/harta. Apa yang engkau tabur, itulah yang akan engkau tuai. Iman kita bersifat aktif, kita tidak hanya diam menunggu, tetapi kita harus aktif bekerja dengan bertanggungjawab. Kita harus rela bekerja keras, tetapi harus cerdas dan ikhlas. Bagaimanapun juga, akibat dari dosa, maka kita harus berjuang terutama atas pengaruh dari dosa yang hendak menghancurkan hidup kita. Kita harus mewujudkan iman kita dengan aktif bekerja dan mengembangkan talenta yang kita terima dari Tuhan dengan sungguh-sungguh. Ini bukan pilihan, tetapi keharusan. Memang kita harus prihatin dengan hidup ini, tetapi tidak boleh hidup dalam berputus asa, tetapi justru harus membangkitkan pengharapan kepada Yesus yang sudah mengalahkan maut dan telah bangkit dari kematian, inilah kekuatan dan pengaruh iman kita.
Hidup dengan sikap prihatin adalah cara kita untuk meluputkan diri dari sikap lupa diri (11:9-10). Banyak orang yang sedang terbuai dengan dunia yang gemerlap ini, yang tujuan hidupnya hanya mencari kesenangan dunia. Prinsipnya boleh-boleh saja, tetapi kerjakan dan nikmatilah semua dalam kebenaran Firman Allah yang kekal, supaya kita tidak menyimpang dari jalan Tuhan dan tetap dalam lingkupan kasih karuniaNya. Masa muda adalah masa yang penuh dengan poteni, masa yang penuh dengan cita-cita, hidup dengan vitalitas tinggi. Tetapi masa ini hanya berguna dan memiliki bobot kalau kita bertemu dengan Yesus dan mengalami proses dan pembentukan tangan Tuhan yang menjadikan kita sebagai bejana tanah liat untuk mengerjakan tugas dan panggilanNya yang mulia melalui hidup kita. Inilah sebenarnya inti dari nasehat sang Pengkhotbah untuk hidup orang-orang muda dan juga untuk kita semua. Kalau kita selalu ikuti nasehat Firman Tuhan, pasti kita akan menikmati sukacita yang lebih dari sekedar yang dunia dapat berikan kepada kita, tetapi sesuatu dari Tuhan akan diberikan kepada kita, tetapi sesuatu dari Tuhan akan diberikan untuk kebaikan kita semua.

RENUNGKAN: Hidup yang berfokus kepada Tuhan, akan memberikan sukacita kekal dan bukan sukacita dunia yang bersifat semu dan sia-sia. Hiduplah didalam pimpinan Roh Kudus, ini jauh lebih penting.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s