SALURAN BERKAT

water+tap-630x380

Renungan Mingguan

Pengkhotbah 12:1-14

Dunia pendidikan telah berkembang sedemikian maju, akses untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan begitu terbuka, namun semakin banyak orang belajar ada kemungkinan semakin jauh dari kebenaran. Kenapa fenomena ini bisa terjadi, jauh sebelumnya Rasul Paulus sudah mengingatkan kita dalam 2 Timotius 3:7, “yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran.Kemungkinan yang diajarkan memang bukan kebenaran, atau memang orang belajar bukan mencari kebenaran tetapi hanya sekedar memuaskan hasrat sekedar ingin tahu, hanya belajar sebatas di otak dan bukan di hati. Hanya ingin tahu dan bukan ingin berubah. Tujuan pembelajaran seharusnya adalah untuk mengalami perubahan, utamanya sikap dan kelakuan kita dan ini adanya di hati. Orang yang belajar berarti terbuka untuk diubah oleh kebenaran. Apalagi kalau belajar hanya sekedar kebanggaan karena titel, sehingga ada orang yang bahkan berani memakai titel tanpa pernah belajar dan tentu tidak menjadi berkat bagi orang lain. Kita harus belajar dari Pengkhotbah yang memberi teladan tentang arti belajar, yaitu berbagi untuk memberikan pencerahan kepada orang lain, sehingga kebenaran disingkapkan secara utuh.
Menurut hemat saya, tidak semua buku harus kita baca. Untuk itu sebelum kita beli dan baca sebuah buku, tentu yang paling penting untuk kita perhatikan adalah pengantar, daftar isi dan latar belakang penulisnya, untuk mendapatkan gambaran tentang tujuan dan masud buku ditulis dan apakah penting dan berguna bagi kita. Nilai-nilai apa yang dapat diberikan buku ini, apakah membangun atau sebaliknya bisa menimbulkan keraguan atau menggoyahkan keyakinan iman kita. Kecuali ia menyingkapkan kebenaran untuk meneguhkan keyakinan kita terhadap kebenaran Alkitab. Seperti Pengkhotbah yang telah menuntun kita dalam pembacaan dan perenungan yang sedemikian mendalam, dan pada akhirnya memberikan kepada kita sebuah kesimpulan walaupun kerap kita sulit memahami secara akali dan akhirnya kita diberikan sebuah pesan yang jelas, yaitu takutlah akan Allah! Kita harus berpegang pada perintah-perintahNya, sebab Allah akan minta pertanggungjawaban dari setiap orang (14) dan bagi Allah tidak ada yang tersembunyi. Kalau dari awal kita memperhatikan setiap pesan yang disampaikan kepada kita, pasti hidup kita tidak akan menjadi sia-sia, sebab Allah memperhitungkan segala-galanya dalam setiap kehidupan kita. Kita belajar untuk mencari kebenaran, supaya mempermuliakan Allah dan menjadi saluran berkat.

RENUNGKAN: Kristus adalah kebenaran, hiduplah didalamNya, maka kita akan dimampukan untuk mencapai tujuan hidup yang kekal dan tidak hidup dalam kesia-siaan di dunia yang fana/sementara ini.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s