CURIGA TERHADAP MAKSUD BAIK

pink-tulips-on-green-background

Renungan Mingguan

2 Samuel 10:1-19

Persahabatan adalah sesuatu yang sangat penting bagi Daud. Ia selalu ingin melanjutakan ikatan persahabatan yang sudah terbina dengan baik. Dan ini memang sesuatu yang tidak mudah. Persahabatan Daud dengan Amon ingin dilanjutkan dengan anaknya, yaitu Hanun. Untuk itu, Daud berempati dan menyampaikan ucapan rasa dukacitanya pada Hanun atas kematian ayahnya. Sayang sekali, ternyata maksud baik ini tidak dapat diterima Hanun dengan baik. Lebih lagi rasa persahabatan dari Daud dibalas dengan suatu tindakan yang sangat memalukan, dimana para utusan Daud diperlakukan dengan tidak simpati (4). Dalam menyikapi tindakan ini, Daud berlaku sangat bijak, bahwa ia tidak membalas, sebab bagi Daud melakukan sesuatu yang baik dengan niat yang baik jauh lebih berharga dan mulia, dibandingkan dengan membalas kejahatan dengan kejahatan, padahal secara kekuatan, Daud sangat bisa untuk melakukan pembalasan.
Segala sikap yang tidak baik, pasti berakhir dengan ketakutan. Ini yang terjadi dengan bani Amon dan Hanun, mereka merasa bersalah telah melakukan penghinaan terhadap para utusan raja Daud, mereka merasa cemas karena menduga bahwa Daud pasti marah dan pasti melakukan tindakan untuk membalas apa yang telah mereka lakukan. Ketakutan ini membuat Hanun melakukan persekongkolan dengan raja-raja disekitarnya untuk menyerang Daud. Kenapa sikap baikdan rasa persahabatan harus menimbulkan rasa curiga dari kita. Padahal bagi kita sebagai orang-orang percaya, justru sikap permusuhan sekalipun harus kita tanggapi dengan kasih dan persahabatan. Sikap Hanun akhirnya menimbulkan kerugian bagi dirinya dan persahabatan harus berakhir dengan peperangan. Suatu sikap yang harus kita jauhi, sebab kita yakin bahwa Tuhanlah yang akan membela kita, kendatipun orang berniat jahat terhadap kita. Maksud jahat akan selalu menghasilkan kejahatan, dan kebaikan akan menghancurkan kejahatan. Inilah yang dibuktikan oleh Daud, Yoab dan para tentara Israel (13,18). Kendatipun kebaikan dibalas dengan kejahatan, ia akan tetap menghasilkan sukacita, sementara segala kejahatan pasti menimbulkan ketakutan dan kehancuran. Marilah kita belajar utnuk selalu melakukan kebaikan!

RENUNGKAN: Setiap kebaikan dan sikap persahabatan pasti mendatangkan sukacita dan bahagia, sementara setiap kejahatan pasti mendatangkan kecemasan dan curiga yang menghilangkan sukacita.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s