YESUS NAIK KE SURGA

33372003.SunBehindCloud[1]

Renungan Mingguan

Lukas 24:50-53

Secara manusia, sulit rasanya untuk ditinggalkan oleh orang-orang yang kita kasihi. Ada rasa duka yang mendalam, apalagi orang tersebut masih kita butuhkan. Sebagai keluarga, saya secara pribadi telah mengalami, bagaimana sedih dan rasa tidak percaya, manakala ada anggota keluarga, sahabat atau Jemaat yang kami kasihi, tetapi tanpa sakit tiba-tiba dipanggil kembali oleh Tuhan Sang Pemiliknya, ini meninggalkan suatu tanda tanya yang walaupun secara rela, kita harus berserah penuh kepada kedaulatan Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang umatNya. empat hari kedepan, khususnya pada hari Kamis 14 Mei 2015, dalam kalender gereja kita akan memperingati hari kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke Surga, ada kesan yang beda pada saat para murid menyaksikan kenaikan Tuhan Yesus ke surga dibanding ketika para murid menghadapi kematian Kristus. Pada saat kematian Kristus, para murid pasti tergoncang dan para murid diliputi rasa takut yang mendalam, bahkan sampai ada yang menyangkalNya. Tetapi, pada saat menghadapi kenaikan Yesus ke surga, para murid kelihatannya bersukacita sambil menyembah Allah (52). Apa yang menyebabkan perbedaan sikap ini? Mungkin, mereka pada waktu menghadapi kematian Kristus belum siap, sehingga diwarnai dengan putus asa dan takut serta menutup diri terhadap para tokoh dan pihak yang telah menyalibkan Yesus. Tetapi syukur, karena kebangkitan Kristus dan waktu empat puluh hari yang digunakan secara efektif oleh Yesus untuk menyakinkan kembali para murid tentang apa yang dikatakanNya adalah kebenaran Firman yang adalah kebenaran ini telah memerdekakan dan membuka wawasan berpikir mereka, sehingga hidup mereka dipulihkan dan iman mereka kembali dikuatkan dan telah siap untuk melanjutkan tugas dan pelayanan Yesus di dunia. Moment kenaikan Yesus ini harus memotivasi Jemaat untuk hidup dalam kebenaran dan berani bersaksi dan memenangkan jiwa bagi Kristus.
Kenaikan Yesus ke surga bukan sekedar mempersiapkan tempat bagi kita seperti yang selama ini kita hayati, tetapi lebih dari itu, kenaikan Kristus memberikan sebuah pengharapan bagi kita untuk berani berpisah dengan apapun di dunia ini demi untuk menjadi pengabdi yang sungguh-sungguh mengasihi Yesus. Mari kita sambut kenaikan Yesus dengan sebuah tekad yang bulat untuk sungguh-sungguh menjadi saksi yang hidup demi memberitakan Injil Keselamatan.

RENUNGKAN: Celakalah apabila kita tidak memberitakan Injil, kenaikan Tuhan Yesus memberikan sebuah mandat yang jelas agar kita pergi untuk memberitakan Injil! (Matius 28:18-20). Lakukanlah!

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s