HATI-HATI GUNAKAN MATAMU

gty_eye_writing_jef_120726_wmain (1)

Renungan Mingguan

2 Samuel 11:1-13

Istilah dari mata Turun ke hati memberikan kepada kita suatu pengertian bahwa mata adalah jendela hati, sehingga mata sangat besar pengaruhnya dalam hidup ini. Hal ini nyata dari pengalaman Daud, saat sedang santai sehabis istirahat siang, secara disengaja atau tidak, mata Daud melihat seorang perempuan yang sedang mandi. Pandangan ini mempengaruhi pikiran Daud, yaitu dalam sekejap hati Daud tergoda oleh kecantikan perempuan itu, sehingga timbul keinginan untuk menikmatinya, padahal secara naluri pasti Daud tahu bahwa itu adalah suatu hal yang melanggar. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Daud segera memerintahkan orang untuk mengambil perempuan tersebut yang bernama Betsyeba yang adalah istri dari Uria. Perempuan itu tidak melakukan sesuatu yang tidak senonoh, dia tidak merayu dan menggoda Daud, tetapi karena Daud tidak memiliki penguasaan diri, dengan posisi sebagai raja, maka dengan sangat mudah dia dapat memuaskan keinginannya tanpa memperhatikan etika dan kepantasan atas tindakannya. Dalam hal ini Daud telah melakukan pelanggaran dengan mengambil istri orang lain. Mata yang tidak digunakan secara hati-hati telah menyebabkan dosa masuk dalam diri seseorang. Mata adalah organ tubuh yang maha penting, tetapi ketika mata tidak digunakan secara hati-hati, bisa menyebabkan malapetaka. Bagaimana kita menggunakan mata kita?
Pandangan mata dari Daud yang menyebabkan dia melakukan perbuatan yang tidak terpuji, telah melahirkan dosa yang lain, yaitu pikiran licik dengan strategi yang busuk untuk menghasilkan dosa yang lebih besar. Mungkin saja Daud dapat menutupi semua perbuatannya dihadapan manusia dengan segala cara agar perbuatannya tidak terungkap, tetapi tidak dihadapan Allah. Hasil dari perbuatannya, menyebabkan Betsyeba hamil, sehingga dia berupaya untuk mengatur supaya suami Betsyeba pulang dari medan perang untuk meniduri istrinya, sehingga dapat menutupi perbuatan Daud, karena orang akan berpikiran bahwa Betsyeba hamil karena suaminya Uria. Ternyata Tuhan punya cara untuk menyingkap perbuatan jahat Daud, dimana dengan segala cara, Daud gagal membujuk Uria untuk pulang ke rumah dan tidur dengan istrinya, hal ini karena Uria punya pertimbangan etis dan bahkan ia mempertimbangkan kesetiaannya kepada Daud, tetapi ternyata inilah cara Tuhan untuk menyatakan keadilannya.

RENUNGKAN: Satu kejahatan yang tidak diselesaikan dengan pertobatan, pasti menghasilkan kejahatan yang lain yang lebih jahat, jadi jangan biarkan hidup yang dikuasai oleh kejahatan.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s