MENYALAHGUNAKAN KEKUASAAN

catur-620x330

Renungan Mingguan

2 Samuel 11:14-27

Dunia perpolitikan selalu diwarnai dengan kericuhan bila orientasinya hanya kekuasaan, sebab orang berpikir dengan kuasa yang dimiliki, maka ia akan dapat melakukan apa saja. Inilah yang terjadi dengan raja Daud. Sebagai seorang raja yang berkuasa, ia merasa dapat melakukan apa saja, termasuk memiliki istri orang lain dan nyata-nyata melanggar Firman Tuhan sampai pada pembunuhan. Inilah kalau dosa dibiarkan, maka ia akan berkembangbiak melahirkan dosa-dosa yang lain. Dengan otoritas yang ada padanya, ia merasa dapat memerintahkan siapa saja dan untuk melakukan apa saja. Inilah yang terjadi kalau kekuasaan telah mengalahkan hati nurani. Kekuasaan sesungguhnya harus diterapkan untuk sesuatu yang baik dan membangun, bukan sebaliknya untuk menghancurkan. Sebagai langkah aman untuk menguasai dan memiliki istri Uria, maka ia memerintahkan Yoab untuk menempatkan Uria di posisi yang berbahaya dalam peperangan yang sedang terjadi. Nafsu untuk memiliki telah membutakan nurani Daud sebagai raja yang semestinya mengayomi menjadi pembunuhan yang direncanakan. Inilah keseharian yang kita lihat pada elit politik kita, mereka tidak segan-segan untuk mengorbankan siapa dan apa saja demi untuk kepentingan dan tujuan mereka dan komplotannya. Kita berdoa dan berharap supaya para pemimpin kita masih memiliki integritas untuk memimpin bangsa ini dengan baik.
Kesalahan Daud yang telah menggauli Betsyeba, menyebabkan ia melakukan berbagai tindakan licik untuk melindungi perbuatannya. Menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan jahat adalah sikap yang tidak bertanggung jawab. Merekayasa kejahatan adalah sikap menentang Tuhan, dan tidak boleh kita lakukan. Banyak sekali siasat demi melindungi kejahatan, namun ini semua adalah perbuatan keji yang akan mendatangkan murka Tuhan. Pemimpin yang baik harus anti tindak kejahatan, bahkan pemimpin yang membiarkan kejahatan merajalela adalah pemimpin yang lemah. Pemimpin diberi otoritas untuk menyandang pedang bukan untuk membunuh rakyat tetapi mengalahkan kejahatan dan menegakkan hukum dan keadilan. Pemimpin dan setiap pribadi harus menggunakan pengaruhnya untuk mencapai kebaikan dan mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat yang dipimpin. Kebaikan terwujud dalam kehidupan yang lebih mengutamakan kepentingan masyarakat banyak dibanding dengan kepentingan pribadi dan golongan.

RENUNGKAN: Kekuasaan diperlukan untuk menciptakan keamanan dan mendatangkan kesejahteraan bagi orang banyak dan bukan untuk mengamankan kepentingan sekelompok orang saja.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s