TEGURAN MEMBAWA PERTOBATAN

Dollarphotoclub_75968391-320x212

Renungan Mingguan

2 Samuel 12:1-14

Dengan sangat bijaksana Nabi Natan telah memberikan teguran kepada Daud, dimana ia menyampaikan sebuah cerita yang tanpa disadari Daud ternyata perbuatan ini adalah perbuatan Daud sendiri, bahkan cerita ini mampu menyentuh emosi Daud dan menimbulkan kemarahan bagi Daud. Natan menceritakan tentang penindasan yang dilakukan oleh seorang yang kuat terhadap orang yang lemah, dan cerita ini tentu bertujuan untuk menimbulkan rasa keadilan seorang raja. Dan benar cerita ini pada akhirnya dapat menyadarkan Daud atas perbuatannya yang telah mengambil istri Uria dan membunuh Uria. Banyak cara yang dapat dipakai Tuhan untuk menegur seseorang, sehingga tidak menimbulkan konflik tetapi dosa tetap dinyatakan dan menghasilkan pertobatan. Berikanlah kesempatan kepada orang berdosa untuk menyadari dosanya melalui teguran yang penuh kasih, sehingga orang berdosa tidak mengeraskan hati dan apa yang menjadi tujuan dari teguran tersebut dapat tercapai, yaitu kesadaran dan pertobatan serta pemulihan sejati. Kelembutan hati dalam menegur kesalahan menjadi kunci. Firman Tuhan adalah pisau tajam yang akan mengoperasi dosa dalam hati manusia, untuk membebaskan manusia dari kuasa dosa.
Dalam setiap berita penghukuman dari Allah selalu ada tawaran kasih karunia, Allah menghukum tidak untuk membinasakan tetapi untuk mendisiplinkan, supaya kita dapat tetap hidup dalam kebaikanNya. Tidak ada jaminan bahwa orang seperti Daud yang diurapi dan dikasihi Tuhan tidak akan jatuh kedalam dosa, dan Tuhan tidak pilih kasih. Setiap dosa sekecil apapun pasti mendapatkan ganjaran dari Tuhan. Sebab Tuhan yang kasih adalah juga Tuhan yang adil, setiap dosa pasti dihukum dan setiap pertobatan pasti disambut olehNya. Akhirnya dengan tidak berkompromi Tuhan menjatuhkan hukuman terhadap Daud, inilah akibatnya kalau kita tidak berjaga-jaga dan selalu waspada, kita tahu bahwa iblis itu akan terus mengincar kita, jangan sampai kita lengah dan memberi celah kepadanya. Kasihilah Allah dan lawanlah iblis. Sebagai bukti bahwa Allah itu mengasihi orang-orang berdosa, maka dengan keadilanNya Allah akan menghukum orang yang mengeraskan hati dan membuka pintu pengampunan bagi yang bertobat. Allah lebih mengasihi mereka yang bertobat daripada menghukum mereka yang berdosa, untuk itu ingatlah ketika Tuhan mengampuni kita bukan berarti kita bebas untuk berbuat dosa. Allah benci dosa tetapi mengasihi orang-orang berdosa. Kiranya kita juga memiliki hati seperti Allah.

RENUNGKAN: Pengampunan adalah kesempatan bagi kita untuk kembali kepada kasih Bapa dengan cara meninggalkan segala pikiran, perasaan dan kehendak yang berdosa dan hidup kudus dalam kebenaran.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s