KONSEKUENSI ATAS KESALAHAN

pantai-klayar-batu-karang-raksasa

Renungan Mingguan

2 Samuel 12:15-31

Tidak ada kesalahan yang tidak mengandung konsekuensi, kesalahan sekecil apapun pasti ada dampaknya, soal dibalik kesalahan ada pengampunan sebagaimana yang ditulis dalam kitab 1 Yoh. 1:9, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil. sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan”. Pengampunan Tuhan tidak melepaskan tanggungjawab kita. Sebagai bentuk hukuman atas perbuatan Daud, Allah mengambil anak yang dilahirkan oleh Batsyeba. Daud sangat menyesali dosanya, dia bergumul dengan doa dan puasa untuk memohon pengampunan, sehingga Tuhan tidak menimpakan sesuatu malapetaka, baik kepada Daud maupun keturunannya, tetapi Tuhan tetap konsisten bahwa setiap dosa harus dihukum. Hal ini memberi pelajaran kepada kita bahwa Allah tidak akan membiarkan kita tetap dalam perbuatan kita yang berdosa, tetapi supaya kita bertobat dan meninggalkan dosa-dosa kita dan kembali ke jalan yang benar. Tuhan memang sangat mengasihi kita, tetapi Ia juga adalah Tuhan yang adil, sehingga kita yang telah ditebus dengan kuasa darahNya menginginkan kita supaya tetap hidup dalam kekudusan dan melakukan kebaikan serta melawan kejahatan.
Kasih yang sejati tidak membiarkan kita hidup dalam kesalahan, untuk itulah kita diberi penolong, yaitu Roh Kudus yang akan mengawal dan selalu mengingatkan supaya kita hidup dalam kebenaran, sehingga tidak ada alaasan bahwa kita “silap” tetapi yang ada adalah bahwa kita mengeraskan hati kita, dan mengabaikan suara Roh Kudus dalam hati kita. Disamping itu kita mengerti bahwa tujuan Allah menghukum bukanlah untuk menjatuhkan, tetapi supaya kita hidup bertanggung jawab dan disiplin, tidak bertindak sembrono dan menjadi batu sandungan, baik melalui pikiran, perasaan maupun kehendak yang tercermin dari sikap terlebih dalam bertingkahlaku. Daud menerima hukuman Tuhan, ia memahami bahwa walaupun berbentuk hukuman, tetapi itu adalah tindakan Allah yang terbaik dalam hidupnya, sehingga membuat ia bertobat dan bangkit untuk memperbaiki diri. Inilah reaksi yang bijaksana, jangan sikapi hukuman dengan kekerasan hati, tetapi lembutkanlah hati kita dalam menerima segala teguran Tuhan yang memperbaharui hidup kita, sehingga ada perubahan yang nyata yang kita alami setiap hari, membuat hidup kita semakin menikmati kasih dan kebaikan Tuhan. Pembentukan Tuhan kadang terasa pahit, tetapi akhirnya pasti membawa kemenangan. Inilah yang dialami oleh Daud dan tentunya kita semua.

RENUNGKAN: Tidak ada kesalahan yang tidak mendapatkan ganjaran, tetapi setiap ganjaran kalau diterima dengan hati yang bertobat pasti mendatangkan perubahan hidup dan sukacita yang besar, percayalah.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s