TINDAKAN BALAS DENDAM

Prayer-Chain

Renungan Mingguan

2 Samuel 13:23-29

Tindakan asusila yang dilakukan oleh Amnon terhadap Tamar yang adalah adik kandung dari absalom telah menimbulkan dendam di hati Absalom. Memang setiap tindakan yang tidak terpuji selalu membawa akar pahit, dan menimbulkan kepahitan karena tindakan Amnon tidak dapat diterima dan menimbulkan dendam di hati Absalom, sampai suatu saat ada kesempatan untuk melampiaskan rasa dendam ini. Sudah dua tahun berlalu, akhirnya Absalom merancang suatu acara, yaitu pengguntingan bulu domba, dimana semua anak-anak raja diundang merayakan dan dengan penuh sukacita. Dibalik pesta yang diwarnai sukacita ini, justru terjadi pembunuhan sebagai tindakan membalas dendam. Dosa yang tidak tertuntaskan akan berdampak panjang, bahwa usaha pembalasan dendam ini bukan penyelesaian masalah. Mungkin Absalom cukup puas dengan tindakannya ini, namun menyebabkan ia takut dan harus melarikan diri. Ini hanya dapat memberikan kepuasan seketika, tetapi tetap bukan jalan keluar. Jalan keluar atas semua dendam di hati adalah pengampunan, memang pengampunan itu sangat menyakitkan, dan inilah yang ditempuh oleh Allah demi dosa manusia, yaitu kematian Yesus Kristus di atas salib.
Dosa yang yang satu bila tidak diselesaikan akan menghasilkan dosa yang lain. Absalom cukup puas dapat melampiaskan dendamnya dengan membunuh Amnon, namun kini absalom sendiri membuat dosa tidak lebih ringan, yaitu membunuh. Absalom akhirnya harus lari dan menanggung ketakutan dan tindakannya membunuh. Sekali lagi dendam dan pembalasan tidak akan pernah menghadirkan damai sejahtera. Siapapun kita yang sedang mengalami situasi yang tidak nyaman karena diwarnai oleh ketidakpuasan terhadap tindakan orang lain terhadap kita, mari kita belajar dari peristiwa ini. Disatu sisi kita tidak dapat menerima tindakan yang dilakukan oleh Amnon, tetapi disisi yang lain, kita juga tidak dapat membenarkan tindakan Absalom. Dibalik ini semua, alangkah bijaknya kalau kita bercermin dari apa yang dilakukan oleh Allah terhadap kita.
Kematian Kristus tidak sekedar membebaskan kita dari dosa yang kita perbuat, terlebih juga menolong kita dalam mengatasi segala kepahitan hidup. Dia mendampingi kita untuk dapat mengatasi segala kemelutan relasi kehidupan kita. Dia membasuh segala luka serita yang kita alami, mari kita menghadapi setiap situasi di kehidupan kita dengan hati yang mengampuni. Kasih Kristus telah membuktikan, bahwa pengampunan adalah jalan terbaik mengatasi konflik.

RENUNGKAN: Hadapilah setiap sikap dan tindakan orang terhadap kita dengan kasih dan pengampunan, dan ini jugalah cara satu-satunya dimana kita berkesempatan menyadarkan dan mengubah seseorang.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s