PELARIAN

holy-cross

Renungan Mingguan

2 Samuel 14:1-17

Akibat pembunuhan yang dilakukan oleh Absolom menyebabkan ia harus melarikan diri dan hidup dalam keterasingan, ini adalah sebuah tekanan tersendiri karena jauh dari keluarga dan hidup dalam ketakutan. Sungguh tidak nyaman dan jauh dari ketenangan. Ini bukanlah sebuah kehidupan yang didambakan, dan kenyataan banyak sekali orang yang hidup dalam suasana ini, dan mengalami kesepian ditengah dunia yang hiruk pikuk. Kondisi seperti ini menimbulkan rasa rindu dan ingin kembali kepada keluarga. Sebuah pelajaran, bahwa kejahatan pun tidak dapat memisahkan, apalagi kita yang hidup diliputi kasih pasti merukunkan hidup kekeluargaan. Ada banyak penderitaan dan kesakitan yang dihasilkan oleh konflik keluarga. Tidak ada orang yang dapat menikmati ketenangan ditengah konflik atau perpisahan dengan keluarga. Apa yang dibuat oleh Absalom sebagai tindakan balas dendam tidak dapat dibenarkan, tetapi apa yang dibuat oleh Amnon juga jangan pernah kita pikirkan apalagi kita tiru, karena ini semua adalah awal petaka. Mari kita dekatkan diri dengan melakukan yang dikehendaki oleh Allah, sehingga kasih yang ada pada kita benar-benar tulus dan dengan demikian, hidup kita akan ringan dan bebas.
Sepanjang tidak ada penuntasan, kesalahan apalagi dosa pasti menghasilkan ketakutan. Absalom masih takut kepada Daud, dan ketakutan ini mendorong dirinya untuk mencari jalan supaya dapat berdamai, sehingga harus dicarikan upaya, terlebih untuk mengetahui apakah Daud masih menyimpan rasa marah atas tindakan Absalom. Yoab bertindak sebagai alan dan memakai seorang perempuan Tekoa. Daud berpendirian bahwa orang seperti Absalom harus diampuni, dan mendapat kesempatan untuk bertobat. Inilah gambaran kasih Allah yang tidak pernah membuang orang-orang berdosa, seperti apapun dosa kita, selalu ada pintu terbuka bagi kita untuk menyadari dan bertobat, sehingga luput dari hukuman allah. Yesus Kristus telah memperdamaikan kita, dan membuka pintu rekonsiliasi antara kita dengan Allah dan antara kita dengan sesama, tidak baik kalau kita tetap memelihara sikap permusuhan, karena ini akan membuat hidup kita terikat oleh dendam dan benci. Pengampunan Allah adalah kesempatan bagi manusia untuk meninggalkan dosa, bukan sebaliknya membuat manusia bebas dan leluasa berbuat dosa. Pengampunan allah harus kita terima dengan pertobatan yang sungguh-sungguh. Kasih Allah harus memulihkan hubungan antar pribadi dengan pribadi, utamanya manusia berdosa dengan Allah yang suci.

RENUNGKAN: Pengorbanan Yesus Kristus diatas kayu salib adalah jalan menyatukan antara manusia dengan Allah dan manusia dengan dirinya dan sesama, agar tercipta suasana rukun dan damai di bumi.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s