PERPECAHAN

stained-glass-956585_960_720

Renungan Mingguan

Roma 16:17-24

Pengaruh pengajaran sangat mendominasi kehidupan berjemaat. Pengajaran yang benar dan baik akan membawa pertumbuhan jemaat, sebaliknya pengajaran yang sesat cenderung akan menimbulkan pertentangan dalam kehidupan berjemaat dan menghasilkan perpecahan didalam persekutuan orang-orang percaya (gereja). Sebagai gereja, kita berharap untuk dapat menciptakan suatu suasana yang indah untuk bersekutu dan melayani bersama-sama. Misi gereja kita sudah dipikirkan secara ideal, yaitu bagaimana kita dapat sehati, sepikir, dan saling menopang, sehingga karya Tuhan Yesus Kristus dapat dinyatakan dan dinikmati oleh semua orang di dunia ini. Tetapi secara kenyataan, kita melihat kondisi kehidupan bergereja akhir-akhir ini semakin didominasi dan diwarnai oleh egosentris dan persaingan yang menghasilkan begitu banyak konflik. Secara internal kita menghadapi ajaran-ajaran yang menyimpang dari Alkitab dan menggergoti kehidupan iman, pengharapan dan kasih umat, secara eksternal kita menghadapi “musuh-musuh” Injil yang menebarkan rasa kebencian terhadap keberadaan persekutuan orang-orang percaya dimana-mana.
Dalam kondisi seperti ini, penting bagi kita untuk memperhatikan peringatan dari Paulus, baik kepada rekan-rekan sekerja maupun kepada Jemaat. Kita diingatkan bahwa ada banyak rekan sekerja yang sejati tetapi juga tidak sedikit yang palsu. Ciri-ciri mereka yang palsu, antara lain: mengajarkan ajaran sesat, motivasi pelayanannya adalah materi, bukan untuk kemuliaan Tuhan dan kebangunan rohani Jemaat (17-18). Untuk itu kita harus mengambil sikap yang tegas, yaitu hindari mereka (17b), jangan kompromi untuk meladeni mereka, jangan beri kesempatan bagi mereka untuk mengacaukan dan memecahbelah sidang jemaat. Jemaat harus bersikap tegas bersikap, mengantisipasi dengan menerima ajaran yang benar dan baik dari hamba-hamba Tuhan yang sudah teruji integritas dan pengabdian serta didukung latar belakang teologi yang bersih dan buah pelayanan yang terpuji. Jemaat jangan sekali-kali berkomplot dengan mereka dalam kejahatan (19b). Inilah yang harus kita lakukan supaya Iblis tidak mendapat tempat dalam Jemaat (20).
Pemahaman Firman yang benar, persekutuan yang intim dengan Tuhan san sesama, serta kesaksian hidup yang prima adalah benteng yang kuat untuk bertahan dari berbagai serangan dan pengaruh kuasa kedagingan yang begitu kuat dalam kehidupan bergereja di akhir zaman ini. Sadar dan tetap berjaga-jaga dan berada dalam penggembalaan adalah kunci kemenangan kita.

RENUNGKAN: Kondisi kehidupan bergereja yang dipengaruhi berbagai-bagai angin pengajaran ini sangat rentan menggoyahkan kehidupan berjemaat, untuk itu Jemaat harus berakar dalam pengajaran Firman yang hidup melalui ajaran yang sehat untuk bertahan ditengah badai.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s