HAKIM YANG ADIL

Wheat

Renungan Mingguan

Mazmur 94

Bila mengamati proses peradilan di negeri kita, tentu ada sebuah tanda tanya besar, kemana hukum dan keadilan akan dibawa? Dunia hukum dan peradilan negeri kita diwarnai dengan berbagai rekayasa, baik dari hulu sampai ke hilir, dimana yang salah dapat dibenarkan dan yang benar dapat disalahkan. Hukum dan keadilan dapat diperjualbelikan dalam sebuah pengadilan. Siapa yang mampu bayar, dialah yang menang. Semua bisa diatur, yang penting berapa bayarannya? Benarkah hukum dan keadilan dapat diperjualbelikan? Benar bagi dunia ini, tetapi tidak dihadapan Allah, Sang hakim yang adil. Keadilan Allah tidak dapat direkayasa, dan tidak dapat dimanipulasi dengan cara apapun, dihadapan Allah tidak ada yang tersembunyi, semua akan tersingkap dengan terang menderang. Ini yang dipercayai Pemazmur. Pemazmur memiliki pengalaman, bagaimana Tuhan membela dia dari berbagai serangan dan tindakan keji orang-orang fasik yang mencoba menghancurkan hidupnya (16-23). Satu hal yang dia lakukan, yaitu ia berseru kepada Tuhan yang maha adil agar keadilanNya ditegakkan saat kejahatan begitu menguasai ditengah-tengah kehidupan umatNya (4-7). Pemazmur meyakini bahwa tidak ada setitik dosa dan kejahatan pun yang luput dari pemandangan Allah (11). Tuhan akan menjadi lawan bagi orang-orang jahat, dan kejahatan tidak akan menghancurkan umatNya, sebaliknya setiap kejahatan akan mendapatkan ganjaran pada waktunya, sebab Tuhan adil adanya.
Lebih lanjut Pemazmur meyakini bahwa penderitaan dan ketidakadilan yang dialami oleh umatNya adalah sebagai ujian dari pembelajaran dan ketaan dan pendisiplinan umatNya (12-15). Melalui masalah dan tantangan hidup, kita diingatkan untuk setia dan tetap berpegang pada kebenaran firmanNya, sebab keadilan dapat ditegakkan ketika kita mengikuti kehendakNya. Keadilan Tuhan pasti ditegakkan dengan cara menghukum mereka yang bersalah, menyingkirkan mereka yang bersalah dengan kebenaran. Untuk itu kita harus tetap pada kebenaran dan menang.
Tidak mungkin kita berharap ada kebenaran dan keadilan didunia yang tidak mengenal Allah ini, untuk itu kita harus menjadi alat kebenaran bagi Allah dengan cara terus memberitakan FirmanNya supaya semua orang mengenalNya dan hidup dalam takut kepada Tuhan. Dan ini harus dimulai dari kita sebagai orang percaya, kita harus menjadi teladan dalam menaati hukum dan menegakkan keadilan. Jangan menabur kejahatan supaya kita dapat menuai kebaikan.

RENUNGKAN: Kita tidak boleh mengikuti dunia yang jahat, tetapi taburlah kebaikan ditengan kejahatan sebab kita percaya bahwa pada akhirnya kebaikanlah yang akan menang.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s