PENGHARAPAN KEPADA SANG RAJA

success

Renungan Mingguan

Mazmur 98

Ketika kita bernyanyi untuk memuji Tuhan Sang Raja, apakah kita sungguh-sungguh tertuju kepadaNya dan kita menghayati setiap syair yang kita nyanyikan dengan segenap hati, atau sekedar hanya mengikuti alunan musik dan komando sang pemimpin pujian? Kerapkali kita bernyanyi hanya sebagai suatu kebiasaan dan bukan sebuah ungkapan yang berasal dari kedalaman hati kita. Pada kesempatan ini. Pemazmur mengajak kita untuk menyanyikan nyanyian baru bagi Sang Raja sebagai ungkapan pengharapan kita kepadaNya. Baru disini berarti sesuatu yang nyata dan merupakan sebuah pengalaman hidup bersama dengan Tuhan dari hari kehari dan diwarnai dengan berbagai kebaikan Tuhan yang kita alami dibalik berbagai pergumulan dan beban hidup.
Stanza pertama di ayat 1-3, Pemazmur memaparkan berbagai alasan yang membuat kita harus memuji Tuhan. Stanza kedua di ayat 4-6, menggambarkan suasana yang seharusnya dalam kita memuji Tuhan, terutama semangat yang semakin memuncak, yaitu dari sorak-sorai, kecapi yang merdu, sampai kepada nafiri dan sangkakala yang gegap gempita. Singkatnya dengan penuh semangat dan dengan segenap kemampuan dikerahkan untuk memuji Tuhan sampai Allah hadir bagi umatNya melalui pujian dan penyembahan kita. Sebab Dia adalah Raja yang layak dipuji oleh segenap umatNya. Sementara stanza ketiga di ayat 7-9 menyatakan bahwa bukan saja manusia, tetapi seluruh semesta alam turut bersukacita dalam memuji dan membesarkan nama Tuhan. Luar biasa semaraknya, mengingat pada kebesaran dan keagungan namaNya yang kudus dan mulia.
Melalui mazmur ini, kita juga diajak untuk selalu menaikan syukur dengan menyadari akan kedahsyatan dan kebesaran Tuhan dalam hidup kita, sehingga kita tidak goyah dalam iman serta mampu berharap penuh kepada Tuhan. Ini semua karena kita sudah melihat perbuatanNya yang ajaib, baik pada masa lalu, kini dan masa yang akan datang. Ia akan datang kembali untuk menghakimi bumi dengan keadilan dan kebenaran. Bersabarlah untuk menantikan Dia kembali.
Sebagai umat percaya, kita harus percaya dengan sepenuh dan sepanjang kehidupan ini, kita tidak bisa mengikut Tuhan hanya pada masa-masa tertentu, apalagi bergantung pada situasi dan keadaan tertentu. Mencari Tuhan dan berpengharapan kepada Tuhan harus menjadi prioritas yang pertama dan terutama, walaupun terkadang berat dan sukar, namun ketika kita yakin bahwa pertolongan kita hanya datang dari Tuhan, maka tidak ada pilihan bagi kita dan tetaplah setia.

RENUNGKAN: Memuji Tuhan adalah upaya untuk mengagungkan dan memberi tempat kepada Allah untuk hadir dalam kehidupan kita sebagai umat percaya, jadilah umat pemuji!

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s