TUHAN, RAJA YANG KUDUS

unduhan

Renungan Mingguan

Mazmur 99

Banyak orang Kristen telah melupakan sebuah fakta iman yang sangat penting, yaitu bahwa Tuhan adalah Raja yang kudus. Ketidaktaatan kepada Tuhan adalah bukti nyata tentang fakta iman yang terabaikan ini. Dalam realitas kehidupan iman, kita hanya mengingat bahwa Tuhan itu adalah penyelamat, dan tentu ini tidak salah, tetapi bukankah keselamatan itu harus ada buahnya, yaitu ketaatan kepada Firman Allah. Kita hanya ingat Tuhan sebagai pelepas, berbelas kasihan, jawaban atas masalah dan pergumulan hidup kita. Tetapi dalam kenyataan apakah kita bisa menikmati ini semua? Bagaimana kita bisa mengalami ini kalau kita tidak tunduk kepada otoritas Allah, kita harus akui kedaulatanNya dan belajar untuk berserah penuh dan percaya.
Melalui pembacaan kita pada minggu ini, kita diingatkan bahwa Allah itu “Maha Besar” dimana kekuasaanNya mengatasi segala bangsa. Bukan Allah yang dibatasi didalam pikiran kita, sebab Dia adalah Allah yang tidak terbatas, kudus, kuat, benar dan adil (4). Seberapa besar kita menghayati dan mengamalkan fakta ini dalam kehidupan kita? Tanpa mengingat ini, sulit bagi kita untuk dapat mengasihi dan menyembah Dia dengan hati. Bertitiktolak dari fakta ini, kita akan termotivasi untuk bergerak dan berjuang untuk menyatakan kekudusan, kekuatan, dan kebenaran serta keadilan Allah melalui sikap hidup kita, sehingga menjadi sebuah kesaksian bagi orang yang belum percaya. Inilah panggilan dan tugas kita didalam dunia ini (Kisah 1:8).
Sebagai sikap kita kepada raja, terlebih sikap kita kepada Raja diatas segala raja, kita harus menaruh hormat dan sujud menyembah kepadaNya. Kita tidak sekedar memperlakukan Dia sebagai penolong yang siap dihubingi 24 jam, bahkan kadang kita berpikir bahwa Dia adalah pembantu yang setia bagi kita. Ini tampak dari suasana ibadah yang hiruk pikuk, sementara kita beribadah, kita juga baca SMS, BBM, dan lain sebagainya dan masih sempat-sempatnya terima telepon ditengah ibadah. Apakah hal ini bisa kita lakukan dihadapan seorang Presiden atau Raja?
Ayat 8, memberikan sebuah penjelasan yang harus kita pahami, Allah pengampun tapi juga yang tidak akan membiarkan kejahatan merajalela, sebab pada akhirnya setiap kejahatan pasti mendapat ganjaran yang setimpal kalau tidak segera bertobat dan kembali kepada kebenaran sebab Allah sangat mencintai hukum dan keadilan, Dia akan menegakkan kebenaran. Hiduplah dihadapanNya dengan penuh takut dan gentar, sebab Dia adalah Raja yang akan menghakimi.

RENUNGKAN: Allah adalah Raja, sehingga kita harus datang untuk sujud menyembah kepadaNya dengan segenap hati, jiwa dan keberadaan kita, mengagungkan namaNya yang kudus dan kekal.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s