KETIKA AKU TAK BERDAYA

e1d5361cfe5d0cbfc506e2cd347c3f79

Renungan Mingguan

Mazmur 102

Melalui Mazmur 102 ini, kita akan belajar bagaimana menghadapi ketidakberdayaan dalam kehidupan ini. Sesuatu yang manusiawi bila kita terkadang menghadapi hidup ini dengan begitu berbeban berat dan putus asa. Membaca ayat 2-3, kita lihat ada sebuah seruan dari sang Pemazmur kepada Tuhan agar mendengar doanya. Masuk pada ayat 4-12, Pemazmur memulai dengan mengukapkan segala persoalan sulit yang ia hadapi secara pribadi secara jujur. Karena baginya tidak ada yang tersembunyi dihadapan Tuhan. Bukti kedewasaan iman adalah ketika kita dengan berani berseru kepada Tuhan pada saat-saat kita menghadapi kesulitan dalam hidup ini. Kesulitan yang membawa kita kepada pergumulan adalah sebuah kesempatan untuk bertumbuh. Kita tidak bisa menyangkal bahwa ada kesulitan yang kita hadapi dalam kehidupan ini, tetapi bagaimana kita menghadapi kesulitan untuk membawa kita semakin dekat dengan Tuhan.
Hal menarik buat kita pada saat menyimak ayat 13-23, ternyata ada sebuah peningkatan, yaitu Pemazmur merubah konteks pergumulannya secara pribadi menjadi pergumulan untuk bangsa. Kemungkinan besar karena Pemazmur adalah seorang raja, sehingga membawa masalah pribadinya dalam keterkaitan dengan masalah bangsanya. Selain masalah yang dihadapi secara pribadi ditambah dengan masalah yang dihadapi bangsanya, membuat Pemazmur semakin intens berseru kepada Tuhan. Ia juga seorang visioner yang dapat memandang jauh melampaui zamannya, sebagai hasil dari doanya. Ia merindukan supaya nama Tuhan terus dibesarkan baik oleh generasinya maupun generasi-generasi yang akan datang, sehingga Tuhan dinyatakan pada setiap generasi. Bukankah setiap generasi membutuhkan Tuhan yang menjadi sumber kekuatan?
Sebuah klimaks yang sekaligus merupakan pernyataan iman dapat kita baca di ayat 25-29 dimana Pemazmur memohonkan kelegaan dari Tuhan atas segala penderitaan yang dia alami. Dia melihat dengan kacamata iman, bahwa segala sesuatu ada karena Tuhan dan Dialah yang bisa menopang segala sesuatu dalam kekuatan kuasaNya. Apapun situasi yang akan dihadapi oleh kita secara pribadi maupun dalam kehidupan berbangsa, keyakinan terhadap kekuatan dan topangan serta pemeliharaanNya akan memampukan kita untuk melewati dan mengatasinya. Kehadiran dan campur tangan Tuhan akan selalu ada didalam setiap kehidupan dan pergumulan kita. Tuhanlah yang menjaga dan Ia tidak pernah terlelap dan tertidur, sehingga kita akan aman ditanganNya.

RENUNGKAN:Β Ketika kita ada dalam kesulitan berserulah kepada Tuhan dan pastikan janji Tuhan untuk anak cucu kita, oleh sebab itu hiduplah dan didiklah anak cucu untuk mengenal Tuhan.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s