ALAM SEMESTA MEMUJI TUHAN

indonesia-terasering

Renungan Mingguan

Mazmur 104

Agak unik membaca Mazmur ini, sebab ia bukan berbicara tentang kita dan Allah, tetapi Mazmur ini bercerita tentang Allah dan alam semesta. Ketika kita mendiami lingkungan sepi dari kicauan burung dan hijaunya pepohonan, kita sangat mendambakan kembali kepada lingkungan yang asri dan sejuk. Tidak heran banyak perumahan-perumahan di kota yang tandus dibangun dengan tema alam dan menjanjikan suasana yang teduh, namun terkadang inipun hanya impian belaka, penulis punya pengalaman tinggal di taman, yaitu Taman Harapan Baru tetapi hampir semua taman sudah jadi bangunan. Kita sangat merindukan untuk dapat menikmati keindahan dan alam yang asri, sampai-sampai orang-orang modern rela untuk membayar mahal dan pergi ke tempat yang sangat jauh demi mendapatkan tempat yang sejuk dan asri.
Apakah masih ada kesempatan bagi kita untuk memahami kebesaran Allah melalui alam ciptaanNya? Ada banyak pihak yang oleh kemajuan ilmu dan teknologi ingin memahami lingkup kebesaran Allah melalui tingkat intelektual, pergumulan-pergumulan dan pemikiran-pemikiran teologis maupun secara emosional melalui pengalaman-pengalaman yang bernuansa rohani yang mempengaruhi suasana batin atau perasaan. Bagaimanapun kita harus ingat dengan mandat dari Tuhan untuk melestarikan alam ciptaanNya. Tanpa itu kita akan kehilangan besar dan tidak dapat menikmati lagi ciptaan Allah seperti yang ada di taman Eden sebelum Hawa dan Adam jatuh kedalam dosa, dengan melihat pada ciptaan Allah yang terpelihara dengan baik, kita dapat melihat Allah dalam kebesaranNya, sehingga timbul rasa kagum dan hormat kita atas segala perbuatan Allah. Tidak seperti saat ini dimana marak terjadi kebakaran hutan.
Mazmur 104 sendiri memberikan sebuah gambaran bagaimana keindahan berbagai unsur ciptaan Allah yang begitu agung, indah dan semarak untuk menggambarkan keagunganNya dan membuktikan kuasaNya yang telah menciptakan dan memeliharanya untuk makhluk ciptaanNya yang dikasihiNya.
Ketika menghadapi kepenatan dalam berkatifitas seharian, bukankah kita membutuhkan suasana yang nyaman dan teduh dan inilah yang Allah rancangkan untuk hidup kita, agar kita dapat bersukacita dan mendapatkan kelegaan dari rasa letih dan lelah kita (15). Inilah salah satu alasan, mengapa kita harus bertanggung jawab untuk melestarikan lingkungan alam yang asri dan tidak merusak alam ciptaanNya.
Salah satu bukti bahwa Allah ada, yaitu melalui ciptaanNya. Jadi alam adalah gambaran keagungan Allah sebagai Sang Pencipta. Kemuliaan dan pemeliharaan Allah tampak didalam kemegahan alam semesta, betapapun menakutkan alam ini maupun hewan-hewan buas lainnya, tapi tetaplah Allah ada diatas semuanya ini (26-32). Dan semua diciptakan dengan perhitungan yang matang untuk menjaga ekosistem dan memberikan kehidupan kepada segala makhluk, mari syukuri dengan merawatnya baik-baik.
Dalam berbagai kesibukan kita, carilah kesempatan untuk menikmati alam ciptaan ini, sebagai dasar untuk merenungkan kebesaranNya, sehingga menimbulkan rasa heran dan kagum serta dapat menikmati keteduhan sehingga mendapatkan kembali kesegaran untuk memulai perjuangan kita setiap hari.

RENUNGKAN: Biarlah segala ciptaanNya memuji namaNya yang kudus! Sebab Ia layak menerima semuanya.

(oleh: Pdt. Sadikun Lie, MA., M.Th.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s